Senin, 03 Agustus 2015

The Chronicles Of Audy

Hai hai. Sudah lama tidak update blog karena satu dan lain hal. Meski membacanya sih tetap jalan ^^.

Kali ini bukug saya baca adalah karangan Orizuka. Serial Audy, gadis berusia 21 tahun (yang kemudian menjadi 22 tahun setelah 3 buku) yang sedang berusaha meyelesaikan skripsi. Sialnya orangtua Audy kena tipu sehingga bankrut (manga Jepang banget nggak sih hahaha... langsung teringat manga apa itu judulnya ya yang anak cowok ganteng terpaksa jadi pelayan buat bayar utang orangtuanya yang berjibun, meski di sini Audy nggak berusaha bayari utang ortunya sih, cuma berusaha bertahan hidup).

Audy lalu melamar pekerjaan. Dan end up di kediaman rumah 4 cowok kece yang disingkat 4R. Bisa ditebak, semua ganteng. Mulai dari yang tertua (Romeo) sampai yang termuda (Rafael, umur 5thn). Ternyata pekerjaan yang dikiranya cuma mengurus Rafael (babysitter), memiliki jebakan maut: merangkap sebagai pembantu rumah tangga!

Maka dimulailah petualangan Audy di rumah 4R ini.

Buku pertama super kocak buat saya. Membuat saya tertawa tidak ada habisnya. Ditambah juga beberapa adegan mengharukan. Yang jelas di setiap halamannya, saya bisa mentransfer setiap kata yang ditulis ke dalam bentuk kotak-kotak manga. Serius. Buat saya jenius sekali penulis yang bisa menovelkan manga dengan baik, tanpa berlebihan. Semua porsinya pas di sini :).

Buku kedua, well... okelah. Bagian depan agak membosakan buat saya. Baru sampai bagian tengah terpicu semangat lagi. Di sini salah satu dari 4R menyatakan rasa sukanya pada Audy. Hmmmm.... Entah ya. Mungkin ini "kutukan sequel kedua". Tahu, kan? :D

Buku ketiga kembali awesome! Begitu sampai bagian ending, ada satu lagi dari 4R yang menyatakan suka pada Audy (secara tidak langsung). I am team R**** pokoknya!!! ^-^ Haiz, tapi melihat gaya menulis yang manga begini, rasanya keinginan tidak akan terkabul T^T

Anyway, tetap paling suka buku pertama! ^^

PS: foto buku menyusul ya!

Senin, 19 Januari 2015

Pengalaman Membaca Jill Mansell

Phew udah lama banget nggak posting di sini.

Iseng-iseng beli buku Jill Mansell, karena diskonan. Bukunya tebal, covernya cantik, harga bersaing. Ya sudahlah samber hehehe. Beli dua buku. Satu judulnya Take A Chance On Me, yang satu lagi Rumour Has It. Keduanya terjemahan.

Kesan pertama, well oke juga. Terus makin baca baru ngeh... oh, ini bukan tipe buku yang berfokus hanya pada 1 tokoh ce dan 1 tokoh co saja. Tokohnya ada banyaaaakkkk... dan diceritakan bergantian. Di antara tokoh-tokoh itu ada benang merahnya. Terkadang benang merahnya kuat, terkadang ya asal mereka berteman dan kenal saja gitu.

Overall enak dibaca. Meski bagiku belum bisa menyaingi Sophie Kinsella yang selalu sukses bikin ngakak dan nangis, Jill Mansell tidak membosankan kok sejauh ini. Untuk keduanya saya beri 3 bintang (dari 5).

PS: gambar bukunya diupload nggak bisa-bisa nih. Graaa... Maybe next time deh...

Selasa, 27 Mei 2014

Shopaholic Ties The Knot: Novel yang bikin ngakak sejak awal X))


Bagus banget! Dari awal saya udah ngakak-ngakak waktu Becky berusaha memasukkan barang belanjaannya ke dalam taksi (yang nggak mungkin muat kalau kalian tahu apa barangnya, suer) cuma karena nggak rela bayar ongkir hahaha. Sesuai judulnya, masalah yang diangkat soal persiapan pernikahan. Dan seperti biasa Becky terjebak masalah karena sifatnya yang suka plin-plan. Kali ini saya betul-betul tidak terbayang bagaimana Becky bisa menyelesaikan problemnya yang makin ditunda makin membesar seperti bola salju menggelinding, jadi saya ikut deg-deg-an. Penyelesaian yang diusung kali ini betul-betul bikin melongo! Hah! Luar biasa.

Dibanding buku kesatu dan keduanya, buku ketiga ini jauh lebih kreatif. Bravo!

There's Something Between Us: Novel bernuansa Korea yang tidak terlalu membuat saya menderita ^^



Harus saya akui, K-Pop novel bukanlah selera saya. Ditambah pengalaman pertama saya baca novel Korea dirusak oleh 1 novel terjemahan yang aduhai bikin nangis bombai 7 hari (bukan karena terharu sama ceritanya, melainkan karena novelnya mahal tapi bleh buat saya hihihi). Jujurnya kalau pengarangnya bukan teman sendiri, nggak bakal saya baca buku berbau Korea (meski kalau denger musiknya atau nonton ngedance-nya atau nonton RomCom Korea sih demen #nahloh #jadinyasukaapanggaksih)

Saya pingin jedotin kepala Sung Ki yang manja ke tembok. Kalau baca komik lihat ada cowok aleman, kesannya cute. Tapi kalau hidup bareng sama cowok aleman yang apa-apa minta diambilin, lama-lama pingin ngelempar bakiak. Beneran wkwkwk. TAPI itulah bagusnya dunia novel. Semua indah-indah saja ;). 

Di goodreads saya beri 2.5 bintang dan saya bulatkan jadi 3. Alasan pembulatan ke atas karena penulis memakai POV 1 jamak. Itu buat saya nggak gampang. Jadi saya salut. Bahasanya juga mengalir. Alur ceritanya juga lancar. Seperti biasa nama-nama Korea-nya cukup membingungkan tapi untungnya penulis berfokus pada 2 tokoh utama dan beberapa tokoh tambahan saja. Jadi masih oke banget. 

Yah. Kalau yang nulis Ayu Rianna, saya masih mau deh baca novel berbau Korea ;). Ayu Rianna dan Ilana Tan sih. Hunting "Definitely Love" ah...

Senin, 21 April 2014

Hujan Daun-Daun: Teenlit yang tidak biasa


Nah, satu lagi buku yang susah banget untuk nggak bias. Lagi-lagi karena kenal yang nulis :).

Jalan ceritanya menggunakan alur maju-mundur. Yang saya sayangkan tidak ada alur flashback yang diselipkan saja di tengah cerita. Soal selera ya itu. Saya kerap merasa gaya bercerita flashback seperti itu lebih elegan daripada flashbacknya harus dipisah jadi bagian tersendiri. Saya juga merasa terlalu banyak topik yang mau diangkat di novel ini, sehingga rasanya seperti belum selesai makan lalu piring saya diangkat sama pelayan restoran. Contoh, sedang asyik-asyik melihat Tania bersama Adrian beromantis ria, tahu-tahu harus dipenggal misteri masa lalu orangtua Tania. Lama pula menggalnya, jadi romansa itu sudah hilang rasanya. Yang saya acung jempol, dua dari tiga penulis novel ini adalah lelaki. Dan mereka tetap bisa pas menggambarkan toko utama yang adalah perempuan. Bravo. Nggak gampang loh. Saya juga jadi membayangkan seperti apa lukisan yang disebut-sebut di novel ini.

Tidak ada novel pertama yang perfect. Mengingat ini debut pertama para penulisnya, ditulis secara estafe pula (trust me, itu lebih susah daripada nulis sendiri)... tiga bintang layak mereka dapatkan.

Looking forward to their solo novel ^^

Teater Boneka: Novel yang ditulis oleh tiga novelist berbakat


Susah juga disuruh nggak bias sama buku ini, karena kenal yang nulis ^^. Ceritanya menarik. Hanya kepingin rasanya hubungan Awan dan Erin lebih dikupas. Romantismenya masih kurang kalau buat saya. Sama geregetan pisan ya sama si Awan ini. Maklum, nggak gitu demen sama cowok yang melarikan diri dari masalah hahaha. Actually my favorite character di buku ini malah si Arum. Semoga bakal ada spin off yang nyeritain Arum dengan lebih detil ^^.

Waiting forward untuk novel solo mereka semua!

Selasa, 15 April 2014

Shopaholic Abroad - Sophie Kinsella


Buku kedua si Shopaholic ini masih cukup menghibur, meski patternnya masih sama dengan buku pertamanya, dan gue rasa itu yang bikin feelingnya beda. Tidak ada elemen yg mengejutkan dari segi apa yg dilakukan Rebecca. But as I said, tetap menghibur. Terutama pikiran dan imajinasi Rebecca yang suka melayang sana sini. Lebih dr sekali gue ketawa dan berkata: Hei! Gue jg mikir begitu! Dan gue juga selalu tersenyum membaca pembenaran diri Rebecca atas apa yg dilakukannya. Jenius sebenarnya. Yg jelas gue ngakak berat waktu Rebecca setengah mati berusaha meloloskan diri dari tour ke museum seni di NY, krn buat si Gila Belanja, museum seni yg sesungguhnya adalah, opkors, PERTOKOAN. *LOL* Looking fwd to read the next book di serial ini.